Yes, I laugh a lot, cried a lot, love a lot, hate a lot, bitch a lot, complained a lot, joke a lot, yet only write a small portion of it. Oh well.

Tuesday, February 17, 2009

Seusai pesta nanti

Setelah hajatan selesai dan janur kuning menjadi coklat karena layu. Setelah ratusan porsi catering tandas hingga ke dasar. Setelah malam pertama menjadi malam kemarin. Setelah bulan bersaput madu mengalirkan tetesan terakhir. Setelah perjalanan kereta kembali ke Gambir. Setelah kau dan aku menata baju liburan ke dalam lemari. Saat itulah aku akan jadi istrimu sesungguhnya dan kamu suamiku.

Aku memasak air dan kamu mencuci piring.
Aku membayar tagihan listrik dan kamu membayar tagihan air.
Kamu gondok karena aturan ayahku dan aku akan jadi penghiburmu.
Aku merasa malu pada Ibumu karena aku tak bisa memasak dan kamu akan menyemangatiku.
Aku akan menunggumu di kamar kita, saat-saat minggu deadline-mu tiba.
Kamu akan mendengarkan keluh-kesahku akan klien yang menyebalkan.

Aku akan belajar mengulek sambal untukmu.
Kamu akan belajar menyetir mobil untukku.
Dan bersama-sama kita akan belajar untuk mendengarkan. Memahami. Menghayati.
Berlatih untuk irit dalam perkataan tapi berfoya-foya dalam perbuatan.

Karena kamu dan aku memiliki makna lebih dari sekedar 3 jam pesta resepsi dan 4 hari bulan madu. Kamu dan aku akan tumbuh tua bersama. Menghadapi hidup dan segala keindahan masalahnya. Kamu siap kan sayang?

Labels: , ,

3 Comments:

Blogger Sheque said...

Damn yer good at writing, sista!

2:43 AM

 
Blogger Nia said...

what's with the hip-hop accent eh mas? hahaha thanks anywaay

4:26 PM

 
Anonymous syn said...

Aku akan belajar mengulek sambal untukmu . . .
Kamu akan belajar menyetir mobil untukku . . .


kereen sekali mbak :)
asli keren...

8:42 PM

 

Post a Comment

<< Home