Yes, I laugh a lot, cried a lot, love a lot, hate a lot, bitch a lot, complained a lot, joke a lot, yet only write a small portion of it. Oh well.

Monday, June 29, 2009

Egg Salad Sandwich



Bosan dengan roti isi selai atau meisjes?
Jenuh dengan telur yang dimasak gitu-gitu aja?

Coba deh sesekali bikin Egg Salad Sandwich. Gampang banget bikinnya dan rasanya...hmm, enaak! Apalagi dimakan pas weekend trus nonton sitkom favorit. Pure heaven :))

Bahan-bahan:
- 2 butir telur
- 1 sdm mentega untuk menumis
- Blue Cheese Salad Dressing (bisa dibeli di Supermarket. Kalo ngga ada, pake mayones biasa juga bisa)
- 2 lembar roti tawar (kalo aku sukanya yang ngga ada kulitnya)
- garam, gula, dan lada secukupnya

Cara memasak:
- Siapkan mangkok dan kocok 2 butir telur, bumbui dengan garam, gula dan lada secukupnya
- panaskan wajan, dan masukkan mentega
- begitu mentega agak mencair, segera masukkan adonan telur
- orak-arik sampai hancur, jangan sampai terlalu keras, sampai warnanya kuning cerah.
- segera angkat dan pisahkan.
- ambil mangkuk lain, campurkan telur orak-arik tadi dengan Blue Cheese Dressing.Aduk rata.
- Oleskan adonan telur + mayones/blue cheese tadi ke atas roti, seperti kalau mengoles selai.
- Beri saus sambal sesuai selera.

Tadaaa....Egg Salad Sandwich ala Nia siap dinikmati :))

Labels:

Sunday, June 14, 2009

Tumis Kapri Manis - part II

Yak,karena waktu itu belum sempat difoto (karena udah abis duluan, baru nyadar hehe)...akhirnya gue masak Tumis Kapri Manis lagi and yes, now I have pictures to prove it. Yay.

Kali ini gue gak pake daging babi asap lagi (di Giant gak ada bok, sedangkan yang paling deket sama rumah ya Giant Kalibata Mall - tinggal ngesot doang). Untuk resep kali ini gue pake daging fillet ayam.

Fillet ayamnya dipotong dadu, trus dibumbui garam-gula-cabe bubuk, trus didiamkan beberapa saat hingga meresap - bahasa kerennya di-marinate. Selebihnya, prosesnya sama seperti resep di postingan terdahulu.




Gimana? Ciamik bukan?
Enjoy :))

Labels:

Friday, June 12, 2009

Tumis Kapri Manis

Lagi mencoba jadi istri yang baik dan memasak untuk suami. Hehehe, jarang2 nih gue masak. Menu-nya? Ayam goreng dan Tumis Kapri Manis.

Kalo resep ayam goreng, pasti semua dah tau lah ya. Tinggal uleg bumbu bawang merah bawang putih, kunyit, lada, dan jinten. Trus rebus ayam dengan campuran bumbu tadi sampai airnya tiris. Trus goreng ayam sampai cokelat keemasan. Gancil!

Nah, sekarang Tumis Kapri Manis.
Kapri manis itu kaya kapri biasa, tapi lebih chubby, dan tentu saja rasanya lebih manis. Renyah dan bikin nagih.

Bahan-bahan:

- 1 pak Kapri manis (bisa dibeli di supermarket, gue belinya di Giant dan udah dalam kemasan plastik & styrofoam.

- Segenggam ebi (udang kering) -direndam dengan air panas dulu sebelum dimasak.

- Daging babi asap (optional, bisa diganti sosis sapi, smoked beef, atau apa aja sesuai selera)

- Olive oil/ minyak zaitun atau minyak sayur untuk menumis

Bumbu:
4 siung bawang putih
2 sdt saus tiram
garam dan gula secukupnya


Sekarang ayo kita masak:

Pertama-tama rebus air sampai mendidih, lalu masukkan kapri manis yang sudah disiangi (dibuang serat di pinggirannya). Rebus sebentar saja, jangan sampai terlalu matang, lalu angkat, tiriskan dan siram dengan air dingin (air es).Ini supaya sayuran tetap hijau dan renyah.

Sisihkan kapri. Tuang minyak secukupnya di wajan. Tunggu sampai agak panas, lalu tumis bawang putih sampai mengeluarkan aroma harum.

Masukkan ebi, tumis sampai rata. Masukkan daging.

Tuang saus tiram, tumis sampai rata. Masukkan sedikit air rendaman ebi. Bumbui dengan garam dan gula secukupnya.

Terakhir masukkan kapri manis lalu tumis sampai semua bumbu rata dan meresap ke kapri. Jangan lama-lama, nanti kapri-nya keburu layu.

Tuang di piring saji, dan voila! It's sooo damn good.

Ps: Acum sampe nambah nasi looh

Labels: ,

Thursday, October 05, 2006

The Craftmanship Of The Salmon

Kamu tau apa makanan favoritku?
it's Salmon Sashimi.


Kamu tau apa makanan terburuk yang pernah kumakan?
Smoked Salmon Salad.










Mengherankan. Bagaimana satu bahan makanan yang sama bisa terasa begitu berbeda, hanya karena beda cara mengolahnya. Daging ikan salmon yang segar dan mentah ternyata rasanya lebih enak daripada salmon yang diasapkan. Salmon sashimi rasanya masih manis dan nikmat di lidah, sementara salmon asap? eww..aneh dan susah ditelan.

Salut aku sama mereka2 yang punya cita rasa yang mumpuni. Bisa menentukan bahwa sesuatu bahan makanan lebih enak kalau tanpa dimasak daripada dimasak. Bisa-bisanya. Karena ternyat justru dengan dimasak (baca: diasapkan) cita rasa manis dari salmonnya malah hilang.

Mungkin ini ya yang disebut dengan craftmanship? Menentukan bagaimana sesuatu diolah (atau sebaliknya tidak usah diolah sama sekali...biarkan saja apa adanya).

Craftmanship.

Mata kuliah yang tak diajarkan sewaktu di kampus dulu. Sesuatu yang harus dipelajari dengan trial and error...atau jika kamu termasuk orang yang beruntung, bisa juga dengan "insting".

Craftmanship.

Sesuatu yang selalu diucapkan berulang2 oleh Mbak Jeanny (Hardono.red) waktu jaman kuliah di UI dulu. Craftingnya! Craftingnya! begitu selalu dia mengingatkan. Tapi tetap saja, kami tak tahu mahluk apa craftmanship itu.

Mungkin itu sesuatu yang misterius yang datang secara misterius pula. Seperti saat roh "craftmanship" itu datang pada seorang juru masak Jepang yang menciptakan Salmon Sashimi dan berkata "Hey, this thing tastes better when it's raw!"

Atau mungkin craftmanship adalah sesuatu yang bias pula.
Karena pasti di luar sana, ada orang yang suka sekali makan Smoked Salmon Salad.

Labels: , ,